Kabar Duka dan Pelajaran Berharga dari Charger HP

Charger Hp

Tepatnya kemarin malam saya dan ibu di rumah dikagetkan dengan kabar duka dari Bu Fitri, tetangga yang sudah kami anggap sebagai keluarga. Bu Fitri datang kerumah membawa seekor kucing kesayangannya untuk di titipkan karena katanya dia mau ke Ibukota untuk melayat.

Saya dan ibu langsung spontan bertanya, loh “siapa yang meninggal?”

“Putri Bu'..” jawab Bu Fitri dengan nada lesu.

Oh iya, Putri ini adalah anak pertama dari saudara laki-laki Bu Fitri yang usianya masih 16 tahun. Masa SD hingga SMP tinggal dan di rawat Bu Fitri, hingga ia melanjutkan SMAnya di Ibukota karena memang ayahnya kerja di Ibukota.

“Innalillahi” balas saya dan Ibu, kami langsung kaget saat mendengar kabar duka ini, karena sejak kecil anak ini sering main ke rumah, jadi kami sekeluarga turut merasa kehilangan juga.

Karena berita duka yang mendadak saya langsung tanya lagi, “Loh beberapa waktu lalu Putri pulang kampung ke sini, kenapa tiba-tiba dapat kabar duka, Putri sakit?”

“Tidak dek, informasi dari Ayahnya kalau Putri meninggal karena tersengat listrik.” balas Bu Fitri.

Karena terburu-buru, saya langsung ambil kucing yang dibawanya buat di simpan di dalam rumah, dan malam itu juga Bu Fitri berangkat ke Ibukota.

Beberapa waktu kemudian Ibu dapat kabar dari keluarganya yang lain dan menjelaskan kronologi kejadian Putri bisa sampai tersengat listrik.

Jadi cerita dari keluarganya, katanya Putri habis mandi langsung menuju kamar, dan tentunya beberapa bagian tubuhnya masih dalam keadaan basah termasuk rambut.

Saat itu, karena bermaksud ingin berpakaian, pintu kamarnya dikunci. Sembari berpakaian, karena tau HPnya lagi lowbat, Putri langsung ambil Charger untuk dicolokkan dari stop kontak ke HP. Nah, ternyata kulit kabel charger di bagian ujung itu sudah mengelupas, dan tanpa sadar Putri memegang bagian kabel yang sudah mengelupas itu sembari dicolok ke stop kontak.

Sontak saja tiba-tiba Putri kesetrum dan spontan berteriak memanggil ayahnya. Sang Ayah yang kaget, langsung berlari menuju kamar Putri, tapi pintu kamarnya terkunci.

Karena persaan khawatir, Ayahnya mengintip melalui lubang pentilasi yang ada di atas pintu kamar, dan melihat putri dalam keadaan kesetrum.

Tak pikir panjang, Ayahnya langsung mendobrak pintu kamar sekuat tenaga hingga pintu terbuka, dan melihat Putri sudah dalam keadaan tidak sadar terbaring dilantai dengan tangan yang agak hitam akibat kesetrum tadi.

Ayahnya sempat melakukan pertolongan pertama dengan melakukan CPR beberapa kali lalu melarikan Putri ke rumah sakit terdekat, namun sepertinya Putri memang sudah pergi sejak terbaring di lantai kamarnya.

Jujur saja saya sendiri merasa shock mendengar berita duka ini, hingga mengalami serangan panik.

Saat ini memang saya masih dalam masa pemulihan dari sakit yang sudah saya alami bertahun-tahun, salah satunya Anxiety disorder atau kecemasan berlebih.

Dan setelah semalam mengalami serangan panik, sekarang saya sudah merasa sedikit lebih tenang dan mulai menulis kisah ini di blog, karena menurut saya ada pelajaran berharga dari kehilangan sosok Putri ini.

1. Hindari memegang kabel apapun jika tangan dalam keadaan basah.

Hingga saat ini saya masih banyak melihat anak hingga orang dewasa yang menyepelekan hal ini. Entah mereka sedang mencuci baju dengan mesin cuci atau charger HP setelah dari kamar mandi.

Jika ini kebiasaan kamu, sebaiknya segera ubah kebisaan buruk ini, karena sudah banyak orang yang mengalami kejadian seperti ini.

2. Ganti kabel jika memang sudah tidak layak

Saya pernah melihat orang menggunakan kabel charger yang kulit kabelnya sudah mengelupas, entah masih digunakan karena gak punya uang untuk beli baru atau faktor malas, namun ini adalah kesalahan besar.

Jangan harap kamu mengatasinya dengan menutupi kulit kabelnya dengan selotip, karena cara itu tetap berbahaya.

Solusinya harus ganti baru.

3. Atur posisi kabel colokan tetap aman dan rapih

Jaman kuliah dulu, kabel berantakan sudah jadi pemandangan tiap hari di Kost. karena hanya ada 1 stop kontak, jadinya saya harus buat colokan baru agar semua orang bisa kebagian colokan.

Alahasil, kabelnya berserakan di lantai. Hal ini tentu bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Baiknya atur posisi kabel di lantai agar aman dari orang-orang yang sering lalu lalang beraktivitas.

Kalau saya biasanya merekatkan kabel ke lantai dengan  lakban hitam, biar orang yang lewat tidak kesandung kabel yang berantakan.

Saya harap dari kejadian ini kita semua bisa ambil hikmahnya dan bisa lebih berhati-hati saat berurusan dengan listrik. Mengingat kondisi saat ini yang mengharuskan kita untuk bekerja dari rumah.

Jangan lupa untuk selalu perhatikan keamanan dalam beraktivitas di rumah.

Saya dan keluarga turut berduka cita dan merasa kehilangan atas kejadian yang di alami Putri, semoga segala amal baiknya dapat di terima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang di tinggalkan bisa diberikan ketabahan dan kekuatan iman lahir batin.

Selamat jalan Putri, 😇

Featured Image by unsplash.com